

Di Kp. Binaan, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, berdiri sebuah masjid sederhana bernama Masjid Nurul Hidayah. Sejak 1981, masjid ini bukan hanya menjadi tempat shalat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat belajar Al-Qur’an, tempat anak-anak dan orang tua menuntut ilmu, serta ruang pembinaan bagi para mualaf. Bahkan setiap tahunnya, ada saja warga nonmuslim di sekitar kampung yang mendapatkan hidayah dan kemudian datang untuk belajar Islam di masjid ini.

Namun, di balik cahaya hidayah yang terus tumbuh, kondisi bangunan Masjid Nurul Hidayah justru semakin mengkhawatirkan. Masjid ini dahulu dibangun dengan bahan seadanya. Bahkan pondasinya menggunakan bambu yang kemudian di cor karena masyarakat tidak memiliki cukup biaya untuk membeli besi. Puluhan tahun berlalu, berbagai bagian bangunan mulai keropos dan rapuh. Jika tidak segera dibangun kembali, masyarakat khawatir masjid ini tidak lagi aman untuk digunakan dan kegiatan mengaji serta pembinaan mualaf dapat terhenti.

Masyarakat sebenarnya tidak tinggal diam. Mayoritas warga yang bekerja sebagai petani dan nelayan dhuafa telah bergotong royong dan mulai membangun masjid baru yang lebih kokoh. Namun, kemampuan mereka sangat terbatas. Di tempat inilah para mualaf seperti Ibu Suciarti dan Pak Abdul Hamid terus belajar mengenal dan mendalami Islam. Para ibu bahkan saling mengajarkan ilmu agama dengan metode belajar sebaya. Bagi mereka, Masjid Nurul Hidayah bukan sekadar bangunan, tetapi tempat tumbuhnya iman dan ilmu.

Kini, pembangunan masjid baru membutuhkan dukungan kita. Jangan biarkan tempat yang selama puluhan tahun menjadi cahaya hidayah bagi masyarakat Manggarai Timur ini kehilangan tempat untuk bersujud dan belajar. Mari bersama membantu mewujudkan Masjid Nurul Hidayah yang lebih kokoh, aman, dan nyaman, agar cahaya hidayah, pendidikan Al-Qur’an, dan pembinaan para mualaf dapat terus menyala hingga generasi mendatang.

Gempa yang melanda wilayah NTT turut memberikan dampak pada Masjid Nurul Hidayah. Kerusakan yang terjadi membuat aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat menjadi terbatas. Di tengah kondisi pascagempa, keberadaan masjid yang aman dan layak menjadi kebutuhan penting agar masyarakat dapat kembali beribadah dengan nyaman sekaligus memiliki ruang untuk berkumpul dan saling menguatkan.
Karena itu, pembangunan kembali Masjid Nurul Hidayah menjadi bagian dari ikhtiar untuk memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana. Dukungan yang diberikan tidak hanya membantu menghadirkan kembali tempat ibadah yang kokoh dan aman, tetapi juga mengembalikan salah satu ruang kebersamaan masyarakat untuk bangkit dan menata kehidupan setelah gempa. Mari bersama membantu mengokohkan kembali Masjid Nurul Hidayah agar dapat kembali menjadi tempat ibadah dan pusat kebersamaan bagi masyarakat Manggarai Timur.
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik