

Tiap saya keliling mencari rongsokan banyak orang yang justru pergi karena melihat wajah saya seperti ini. Apalagi terkadang baunya sangat menyengat. Karena kanker yang ada di wajah saya, rongsokan saya jadi sepi sampai akhirnya mulung di tempat sampah. Lantas bagaimana caranya saya bisa berobat?”, lirih pak Nurhasan

Ganasnya kanker kulit yang diderita pak nurhasan selama 2 tahun ini, sudah menyebar hingga membuat wajahnya hancur penuh luka. Berawal dari kanker mulut hingga sekarang merambah ke kanker wajah,kehidupan pak Nurhasan harus terus berjalan bersama penyakit yang menyiksa.

Berawal dari sakit gusi yang menyiksa hingga pendarahan tanpa beliau sadari itu awal mula dari kanker mulut yang di derita Pak Nurhasan. Kini kanker itu semakin membesar dan membengkak setiap harinya hingga merusak wajah pak Nurhasan. Sampai puncaknya 4 bulan ini kanker itu sering mengucurkan darah dan menyebabkan luka infeksi.

Sampai saat ini, kanker itu sudah menutupi hampir setengah wajah pak Nurhasan. Untuk melihat pun beliau sudah kesusahan. Belum lagi rasa sakit yang harus ditahannya setiap detik. Ditambah, luka yang menganga itu kerap menimbulkan bau tak sedap
Meski kanker itu terus gerogoti wajahnya, pak Nurhasan tidak putus asa sama sekali. Beliau masih berjuang mati-matian untuk bisa sembuh. Dengan untung yang hanya 10 ribu perhari, beliau di bantu sang istri mencari rongsok dan uang nya ia gunakan untuk membeli beras.

Saat ini keinginan pak Nurhasan hanya ingin melanjutkan pengobatan nya yang sempat tertunda karena tida ada biaya.
Jika tak ditangani segera, sel kanker yang mengganas di wajah pak Nurhasan bisa semakin menyebar hingga ke mata bahkan otak beliau, dan kemungkinan terburuknya penyakit kanker itu bisa merenggut nyawa pak Nurhasan sewaktu-waktu!
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik