

Malam itu awalnya Saya sudah bingung dan sedih saat Alifa semalaman tidak tidur dan terus menangis saya coba cek ke puskesmas lalu dirujuk ke Rumah Sakit dan ternyata alifa di diagnosa Tumor Otak,hati saya hancur saat mendengar itu."- lirih Ayah Alifa

Alifa (3th) adalah putri bungsu dari pasangan Pak Ahmdad dan Bu Yunita,dan Alifa kini bergantung hidup dari obat yang diberikan dokter.

Dalam jangka waktu yang singkat semakin hari Tumor Ganas di Otak Alifa semakin tak terkendali hingga kondisi Alifa lumpuh hingga saat ini. Alifa belum bisa bicara,bahkan memanggil nama ayahny saja tidak bisa dan itu yang di harapkan Ayah Alifa saat ini,Alifa bisa memanggil kedua orangtuanya.

Awalnya, saat alifa usia 1 tahun 9 Bulan yang lalu kondisi alifa mulai terlihat tidak biasa,belum bisa berjalan,bahkan penglihatan Alifa pun terganggu.
Setelah di periksa oleh dokter dari hasil CT Scan ternyata Alifa divonis dokter menderita Tumor Otak.

Mendengar kabar itu bagi orangtua Alifa seakaan dunia tiba-tiba gelap, langit runtuh, tanah seperti ditelan bumi.

Setelah itu Alifa mulai melakukan pengobatan lebih lanjut di RSCM Jakarta karena di anggap penyakitnya yang kronis dan membahayakan nyawa.

Saat ini Alifa tidak bisa makan melalui mulut karena terhalang penyakit yang ia derita, asupan makanan terpaksa melalui selang yang disambungkan ke dalam hidung Alifa untuk bertahan hidup.
Satu-satunya jalan agar Alifa bisa bertahan adalah dengan mengikuti arahan dan pengawasan dokter melalui Operasi untuk pengangakatan tumor ganasnya dan pengobatan secara intensif. Dan sampai saat ini Alifa sudah menjalani 4 kali operasi.

Disaat kondisi putri Mungilnya sedang menjalani kemoterapi dan pengobatan di RSCM,Alifa membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar, Pak Ahmad (Ayah Alifa) harus berhenti jadi tukang ojek pangkalan karena motor nya di jual untuk pengobatan Alifa.

Sang ibu tidak bisa berbuat banyak,karena harus mengurus anak Pertama nya di Kampung.
Biaya pengobatan dan kebutuhannya bisa sampai puluhan juta hampir mustahil dipenuhi oleh ayah sebagai tukang ojek pangkalan dan ibunya yang bekerja sebagai ibu rumah tangg saja.

Begitu lamanya pengobatan Alifa berdampak semakin sulit Ayah dan Ibunya untuk mencari nafkah karena harus mendampingi pengobatan 24 jam akibat penyakit yang semakin mengganas.
Di sisi lain, jaminan kesehatan Alifa tak bisa mengcover seluruh biaya pengobatan yang sangat besar biayanya.

Sangat berat perjuangan orang tua Alifa sampai ia ungkapkan melalui tetesan air mata yang tak terbendung. ia sudah mencoba pinjam uang sana-sini demi membawa sang buah hati untuk berobat bahkan untuk operasi tapi upaya tersebut masih sangat kurang.
Alifa sangat membutuhkan bantuan kita semua untuk bisa melanjutkan pengobatan nya.
Kantor Yayasan Amanah Kebaikan Insani
Jln Kebon Kopi Gg.Pak Majja Rt.03/08, Cibereum, Cimahi Selatan
Informasi & Konfirmasi Donasi
Whatsapp Center : +62 878-2244-6583
Izin Lembaga
• AKTA PENDIRIAN yayasan Amanah Kebaikan Insani no 1, tanggal 31 Maret 2022
• Keputusan menteri hukum dan HAM RI. No. AHU-0007925.AH.01.04.Tahun 2022