
Kampung Pasir Jeruk di Kabupaten Bandung Barat tengah mengalami krisis air bersih yang memprihatinkan. Setiap hari, warga bahu-membahu untuk mendapatkan air, yang kemudian mereka endapkan agar bisa dikonsumsi dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Air yang mereka peroleh dari "selokan" ini kondisinya kotor dan berwarna kecokelatan.

Untuk mendapatkan air, warga harus berjalan berbondong-bondong sambil membawa derigen dengan kondisi jalan yang menanjak dan menurun. Situasi ini menjadi ancaman serius terhadap kehidupan sehari-hari mereka.

Kekurangan air saat kemarau diperparah oleh kondisi air yang keruh dan berbau. Membeli air bukanlah solusi yang mudah, karena warga tidak memiliki dana untuk pengadaan selang air atau sumur bor. Ketika musim kemarau tiba dan debit air dari pembelian menurun, warga harus berjalan melewati lereng bukit sejauh 500 meter untuk mendapatkan air.

Sudah 70 tahun kondisi penggunaan air dan sanitasi di kampung ini tidak mengalami perubahan signifikan. Air yang ada kotor dan berbau lumpur, apalagi saat hujan tiba, air semakin berlumpur. Sebagian besar warga bekerja sebagai petani dan buruh harian lepas, menambah beban hidup mereka yang sudah berat.

Jika hujan turun, warga memanfaatkan talang air untuk menyalurkan air hujan ke penampungan. Namun, solusi ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari mereka.
Kondisi ini memerlukan perhatian dan bantuan segera.Mari bersama sedekah air untuk saudara kita agar tak lagi menggunakan air keruh bahkan kotor untuk kebutuhan sehari-hari.
![]()
Belum ada Fundraiser