

“Abah sama emak tinggal di sini juga bukan punya abah sendiri, jadi ini tuh tempat tinggal yang dikasih sama salah satu orang yang hibahin tanahnya untuk dijadiin kuburan warga sekitar, terus dia minta abah buat ngurus kuburannya, jadi abah dikasih ijin buat tinggal di sini,“ Ucap Abah Maman.
Abah Maman (74) dan Emak Imas (72) merupakan pasutri lansia yang telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka bersama tinggal di sebuah gubuk sederhana yang berdiri di tengah pemakamaman umum.

Tempat tinggal yang mengerikan bagi banyak orang, namun bagi Abah Maman dan Emak Imas, tempat ini merupakan rumah yang bisa mereka tempati dengan harga murah, meskipun lingkungan tersebut sangat sepi dan tidak nyaman.
Dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya hanya mengandalkan Abah untuk mencari nafkah. Abah Maman sendiri, melakukan banyak hal untuk mencari nafkah, salah satunya yaitu, membersihkan makam, karena itu merupakan amanah yang ia terima oleh orang yang menghibahkan tanah serta memberikan abah rumah.

“Abah paling biasanya juga bersihin kuburan sama gali kuburan kalo ada yang mau dikuburin di sini, karena itu memang amanah yang abah terima dari orang yang hibahin tanah ini. Selain itu paling kadang abah nyawah aja sih, itu pun ga tiap hari, nunggu panggilan dari yang punya sawah aja, sama paling abah sama emak di rumah kaya nyiapin nasi aking dari nasi sisa buat dijual untuk makan ayam sama bebek,“ Ucap Abah Maman.
Berbagai macam hal mulai dari yang ringan sampai yang berat abah lakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun berbagai macam hal yang ia lakukan tidak ada yang memberikan penghasilan yang tetap, hasil dari mengurus kuburan abah tidak mendapatkan penghasilan tetap, dia hanya mendapatkan uang dari para peziarah dan dari keluarga yang anggootanya akan dikuburkan, itu pun tidak pernah lebih dari 20 ribu.

Dan saat abah ada panggilan untuk membantu di sawah, yang mana ia harus bekerja dari pagi hingga siang, ia hanya mendapatkan 30 ribu beserta makan. Hasil dari penjualan nasi aking yang abah dan emak lakukan di rumahnya pun dijual 3 ribu perkilonya.
Kondisi abah yang semakin tua kian semakin menurun kondisi kesehatannya membuat abah tidak bisa bekerja seberat dulu lagi, bahkan kini pengelihatan Abah Maman pun sudah tidak seperti dulu lagi. Pengelihatan sebelah kanan Abah Maman sudah sangat buruk dan sering merangsang nyeri ke bagian kepala yang tak tertahankan.

#sahabataksi, sungguh miris melihat kondisi Pasangan lansia ini, mereka terpaksa bertahan hidup di kondisi yang sangat berat ini.
Yuk! Kita bantu kehidupan Abah Maman dan Emak Imas dengan memberikan donasi terbaikmu dengan cara :
Sahabat aksi bukan hanya bisa mendoakan dan ikut berdonasi, namun sahabat juga bisa membantu lebih dengan membagikan halaman dana ini agar semakin banyak orang yang membantu.
------------------------------------------------------------------
Alamat Kantor Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Jl. Ahmad Yani No.669, RT 001/ RW 008, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa barat 40121
Legalitas Yayasan Sinar Fund Indonesia :
Izin KEMENKUMHAM
NOMOR AHU-0000297.AH.01.04.Tahun 2024
Hubungi Kami di :
0821 2945 4553 (Call Center)