

Sumatera Barat sedang menghadapi masa-masa terberatnya. Sejak hujan ekstrem mengguyur tanpa henti, bencana bertubi-tubi datang: banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.

Pemerintah resmi menetapkan Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung 25 November hingga 8 Desembes 2025. Sejak hari pertama hujan deras mengguyur, bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang melanda hampir seluruh wilayah. Sebanyak 13 Kabupaten/ Kota terdampak, dengan total kerugian yang kini melampaui 4,9 miliar dan angka ini masih terus bergerak seiring ditemukannya kerusakan baru.

Dibalik angka-angka itu, ada duka yang tak terbayangkan. 22 orang ditemukan meninggal dunia, 10 orang masih hilang, dan lebih dari 12.000 jiwa harus mengungsi atau kehilangan tempat tinggal. Material batang pohon, lumpur tebal, dan batu-batu besar menerjang rumah-rumah warga, meninggalkan jejak kehancuran. Jalan utama terputus, akses logistik terganggu, dan beberapa wilayah benar-benar terisolasi.

Setidaknya 10.202 rumah terendam, dan 13 rumah hanyut tersapu arus kuat. Banyak keluarga kini hanya bisa menyelamatkan pakaian di tubuh mereka, berdiri di Tengah puing yang dulu mereka sebut rumah. Anak-anak tidur di tempat seadanya, para lansia kedinginan, dan ibu-ibu masih memikirkan darimana besok mereka mendapatkan air bersih dan makanan.
Sumatera Barat berjuang di Tengah keterbatasan. Mari ulurkan bantuan terbaikmu hari ini.
Kantor Yayasan Amal Bakti Dunia Islam
Jl. Panji Tilar Negara 150A. Tanjung Karang Kota Mataram-Lombok, Nusa Tenggara Barat
Informasi & Konfirmasi Donasi
Whatsapp Center: 087864556406
Izin Lembaga Kesejahteraan Sosial
![]()
Belum ada Fundraiser