

16 tahun lamanya Wahyu diamkan kaki gajah yang dideritanya hingga saat ini sudah sangat besar mencapai 25 Kg Lebih !!! Walaupun sudah lanjut usia, perjuangan dan berdo’a dari orang tua wahyu terus mengalir..
Sahabat, kali ini Relawan SB melakukan kunjungan kewilayah Kabupaten Tasikmalaya untuk melihat secara langsung kondisi Wahyu seorang yatim berusia 24 tahun mengidap Kaki Gajah Akut sejak balita dan bersarangnya penyakit tersebut sudah 19 Tahun lamanya, dimana 5 tahun terakhir wahyu sedang berjuang melakukan pengobatan di 3 Rumah Sakit yakni RSUD KH.Zainal Mustofa (RSUD Rancamaya Singaparna), RSUD Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya dan RSUP Dr,Hasan Sadikin Kota Bandung.
Awalnya keluhan Wahyu hanya sebatas gatal-gatal di kaki bagian kiri disertai demam dan di anggap hal biasa seperti anak seusianya. Namun 3 hari setelah diberikan obat demam untuk anak Wahyu tidak ada perkembangan yang ada tanda gatal dibagian kaki semakin membesar seperti Biduran. Tanpa berfikir lagi orangtua Wahyu segera membawa kepuskesmas setempat agar segera dilakukan pertolongan pertama dikarenakan saat itu demamnya tidak kunjung turun. Ketika dilakukan pemeriksaan ternyata Wahyu positif terjangkit malaria yang mana saat itu juga langsung diberikan obat khusus malaria dan wilayah pekarangan rumah wahyu serta warga lainnya langsung dilakukan penyemprotan Foging karena lokasinya sangat strategis untuk nyamuk tersebut berkembang di area rimbunnya pohon bambu.
Setelah dirasa membaik akhirnya orangtua Wahyu tidak lagi memeriksakan Wahyu sebab kondisi kakinya yang seperti biduran itu perlahan hilang serta tidak lagi membengkak dan Wahyu bisa kembali beraktifitas sebagaimana anak seusianya. Beberapa tahun kemudian tepatnya di usia 7 tahun, kaki Wahyu mengalami pembesaran yang lumayan cepat, akan tetapi Wahyu tidak mengeluhkan kondisinya bahkan ia sering menutupi bagian kaki yang terus membengkak dengan celana Panjang yang longgar agar ia tidak merepotkan orang tua dan bisa terus belajar sebab saat dikarenakan pada waktu itu baru masuk sekolah dasar.
Tak disangka bertahun-tahun cacing terus bersarang dibagian kaki kiri dan merambat kebagian tubuh lainnya hingga puncak dari pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah ternyata Wahyu harus dilakukan pengobatan ke Rumah sakit Tingkat Provinsi dan pengobatanpun sempat terhenti di tahun 2012 dengan berat benjolan dikaki wahyu saat itu mencapai 10 Kg.
Alhamdulillah, do’a dan bantuan dari seluruh donatur. Setelah sempat terhambat kini sudah memasuki tahapan operasi pengangkatan benjolan secara bertahap dimana tindakan operasi yang sudah sebanyak 3 kali tindakan dengan total pengangkatan daging benjolan sebanyak 11 Kg.
Perubahan secara perlahan mulai terlihat dari yang tadinya kesulitan berjalan kini ia sudah bisa secara perlahan berjalan kembali setelah dirujuk balik dari RSUP Dr.hasan Sadikin Kota Bandung ke RSUD Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk dilakukan terapi pasca operasi ke 3. Aktifitas kegiatan wahyu masih sangat terbatas sebab bekas tindakan operasi harus extra dirawat dengan baik karena dapat mengakibatkan luka serius diarea pembuluh darah yang menjalar tidak pada areanya sehingga jika terjadi luka di area tersebut dapat mengakibatkan pendarahan yang hebat dan membahayakan nyawa Wahyu.
Biaya pengobatan wahyu memang sudah ditanggung pemerintah menggunakan BPJS, namum pemenuhan obat-obatan dan alat lainnya yang tidak dicover KIS juga sangat besar belum lagi perawatan wahyu harus khusus. Biaya yang dibutuhkan saat ini ialah Rp. 80.000.000,- dengan rincian pengunaan dana sebagai berikut :
Namun apa daya, Mak Rosinah sudah tidak mampu lagi mencari uang yang begitu besar untuk kebutuhan berobat selama di Kota Bandung. Diusianya yang kini menginjak 61 Tahun, Mak Rosinah tak henti-hentinya untuk berdo’a dan berjuang agar anaknya bisa segera sembuh kembali seperti anak seusianya. Kini Mak Rosninah berjuang sendiri untuk menghidupi kebutuhan keluarga Wahyu, dimana Abah Naedi sudah meninggal pada bulan Februari Tahun 2023.
Wahyu tidak melihat wajah sang ayah untuk yang terakhir kalinya, dikarenakan saat itu kondisnya drop sehingga dilakukan rawat inap. Setelah Wahyu 1 hari dirawat Almarhum abah Naedi juga mengalami sakit yang tidak biasa dimana saat itu almarhum dilarikan ke Rumah Sakit yang sama agar Mak Rosinah bisa merawat keduannya walapun beda ruangan, namun beliau meninggal 3 hari setelah dilakukan rawat inap di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup di usia lanjut terlebih ada adik Wahyu yang masih SMP, Mak Rosinah masih bekerja menjadi buruh tani di sawah warga setempat yang membutuhkan tenaganya dengan upah Rp.40.000,-/hari dan itupun jika sedang musim nanam atau panen. Selain itu jika tidak ada pekerjaan dari warga setempat Mak Rosinah berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan cara membuat sapu lidi untuk dijual keliling kampung dengan harga Rp.3.000,- per ikat.
Tidak jarang Wahyu memaksakan diri untuk menambah penghasilan keluarga, dimana Ia seringkali kelokasi galian pasir di dekat rumahnya untuk mengatur keluar masuk mobil di area pertambangan pasir atau berjualan kopi seadanya dengan laba Rp 25.000,- perhari, jika lagi rame bisa sampai Rp.60.000,- per hari itupun tidak setiap hari buka.
Kini Wahyu sadar bahwa ia kini akan menjadi tulang punggung keluarga. Wahyu sangat berharapan agar bisa segera sembuh walapun harus di Amputasi agar ia dapat menggantikan Mak Rosinah mencari nafkah, melanjutkan pendidikan yang terhenti sejak sekolah dasar dan bercita-cita mulia sukses serta bisa memberangkatkan kedua orangtuanya untuk beribadah ke Makkah.
Sahabat, mari terus bantu pengobatan Wahyu hingga sembuh seperti harapan besar Wahyu beserta orangtunya.
Disclaimer : informasi dan Konten yang tertulis di halaman program/campaign ini adalah milik lembaga yang menggalang dana dan tidak mewakili Forhumanity.id
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik